Jenis-jenis Pengangguran

 

Berikut adalah beberapa jenis pengangguran yang umum dikenal:

1. Pengangguran Friksional: Terjadi ketika individu mencari pekerjaan baru atau mengalami transisi antara pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural: Terjadi karena perubahan dalam struktur ekonomi, teknologi, atau kebijakan yang mengakibatkan pekerjaan tertentu menjadi tidak lagi diperlukan.

3. Pengangguran Siklikal: Terjadi karena fluktuasi dalam siklus bisnis ekonomi, di mana permintaan turun dan perusahaan mulai memotong pekerjaan.

4. Pengangguran Musiman: Terjadi ketika pekerjaan hanya tersedia untuk waktu yang terbatas, seperti pekerjaan di bidang pariwisata atau pertanian.

5. Pengangguran Voluntaristik: Terjadi ketika individu memutuskan untuk tidak bekerja karena alasan pribadi, seperti memutuskan untuk kembali ke sekolah atau mengurus keluarga.

6. Pengangguran Rekayasawan: Terjadi ketika individu yang bekerja memiliki keterampilan yang tidak lagi relevan dalam pasar kerja saat ini.

7. Pengangguran Klasik: Terjadi ketika upah tidak dapat turun secara fleksibel di bawah tingkat pasar, yang menyebabkan pekerjaan tidak dapat diciptakan.

8. Pengangguran Teknologi: Terjadi ketika mesin atau teknologi menggantikan pekerjaan manusia.

9. Pengangguran Generasi Muda: Terjadi ketika orang muda kesulitan menemukan pekerjaan karena kurangnya pengalaman kerja.

10. Pengangguran Tersembunyi: Terjadi ketika orang yang menganggur tidak tercatat dalam statistik resmi karena mereka tidak mencari pekerjaan secara aktif.

11. Pengangguran Terbuka: Terjadi ketika orang yang menganggur aktif mencari pekerjaan tetapi belum berhasil menemukannya.

12. Pengangguran Luar Biasa: Terjadi ketika kondisi ekonomi sangat buruk sehingga tingkat pengangguran meningkat secara signifikan.

13. Pengangguran Wajib Militer: Terjadi ketika individu dipaksa untuk meninggalkan pekerjaan mereka untuk menjalankan tugas militer.

14. Pengangguran Suka-suka: Terjadi ketika orang-orang yang sudah bekerja mencari pekerjaan yang lebih baik dan meninggalkan pekerjaan saat ini, meskipun mereka tidak memiliki tawaran pekerjaan yang pasti.

15. Pengangguran Bawah Umur: Terjadi ketika orang yang belum mencapai usia minimum untuk bekerja mencoba mencari pekerjaan.

Orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi dan belum memasuki pasar kerja secara resmi tidak termasuk dalam kategori pengangguran. Mereka dianggap sebagai pelajar atau mahasiswa yang masih dalam proses belajar dan mempersiapkan diri untuk memasuki pasar kerja di masa depan. 

Namun, jika seseorang telah lulus dari perguruan tinggi dan sedang mencari pekerjaan tetapi belum berhasil menemukannya, maka mereka dianggap sebagai pengangguran terbuka sampai mereka menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan preferensi mereka.

Previous Post
Next Post
Related Posts